Mengenal Lebih Jauh Society 5.0

LPK Pembangunan | 2021-01-16 09:46:52 hits : 30

Teknologi manusia semakin berkembang seiring berjalannya waktu sehingga negara-negara maju mulai melakukan perubahan. Salah satunya ialah melalui Society 5.0 yang digagas oleh Negara Jepang. Konsep ini memungkinkan kita untuk menggunakan ilmu pengetahuan yang berbasis modern (AI, robot, IoT, dsb) untuk melayani kebutuhan manusia. Tujuan dari konsep ini sendiri adalah mewujudkan masyarakat dimana manusia-manusia di dalamnya benar-benar menikmati hidup dan merasa nyaman. Society 5.0 sendiri baru diresmikan pada 21 Januari 2019 dan dibuat sebagai solusi atas Revolusi Industri 4.0 yang ditakutkan akan mendegradasi umat manusia.

            Dalam kehidupan saat ini, ekonomi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan saat ini, untuk itu Society 5.0 ada untuk mengintegrasikan antara kehidupan dunia nyat dan dunia maya. Sebenarnya konsep revolusi 4.0 dan Society 5.0 tidak memiliki perbedaan yang jauh. Hanya saja konsep Society 5.0 lebih memfokuskan konteks terhadap manusia. Jika Revolusi industry 4.0 menggunakan AI, dan kecerdasan buatan yang merupakan komponen utama dalam membuat perubahan di masa yang akan datang. Sedangkan Society 5.0 menggunakan teknologi modern hanya saja mengandalkan manusia sebagai komponen utamanya. Dirilisnya konsep Society 5.0 juga merupakan jawaban dari tantangan yang sedang dihadapi Jepang. Jepang sendiri saat ini sedang mengalami masalah akibat berkurangnya populasi. Hal ini membuat penduduk pada usia produktif menjadi berkurang. Dan Jepang berusaha untuk menstabilkan kondisi tersebut salah satunya dengan menerapkan konsep Society 5.0.

            Konsep Society 5.0 merupakan penyempurnaan dari konsep-konsep sebelumnya. Pada Society 1.0, manusia masih berada di era berburu dan mengenal tulisan. Pada Society 2.0 adalah era pertanian dimana manusia sudah mulai mengenal bercocok tanam. Lalu pada Society 3.0 sudah memasuki era industry yaitu ketika manusia sudah mulai menggunakan mesin untuk menunjang aktivitas sehari-hari, setelah itu munculah Society 4.0 yang kita alami saat ini, yaitu manusia yang sudah mengenal komputer hingga internet juga dalam penerapannya di kehidupan. Jika Society 4.0 memungkinkan kita untuk mengakses juga membagikan informasi di internet. Society 5.0 adalah era dimana semua teknologi adalah bagian dari manusia itu sendiri. Internet bukan hanya sekedar untuk berbagi informasi melainkan untuk menjalani kehidupan.

            Dalam Society 5.0, nilai baru yang diciptakan melalui perkembangan teknologi dapat meminimalisir adanya kesenjangan pada manusia dan masalah ekonomi pada kemudian hari. Memang terdengar sulit untuk dilakukan mengingat saat ini masalah tersebut masih saja terjadi terutama di Negara berkembang seperti Indonesia. namun bukan berarti tidak bisa di lakukan. Jepang sendiri sudah membuktikan sebagai Negara dengan teknologi paling maju saat ini. Tentunya dengan hal tersebut. Jepang tentunya akan terus mengembangkan teknologi hingga konsep Society 5.0 bisa terealisasikan sepenuhnya.

            Pada Society 5.0 masyarakat tidak perlu repot-repot lagi dalam melakukan sesuatu yang dianggap sulit. Sebagai contoh, pada zaman ini, ketika melakukan pengiriman barang, perlu waktu berhari-hari hingga barang itu bisa sampai, belum lagi kendala teknis yang memungkinkan proses pengiriman tersebut menjadi semakin lama. Society 5.0 mencoba membuat sesuatu yang lebih modern dengan cara menggunakan drone sebagai alat bantu manusia. Dengan didukung dengan Iot, robot, juga kecerdasan buatan, drone dapat mempercepat pengiriman barang sehingga waktu yang diperlukan juga lebih singkat dan tentunya meminimalisir kendala teknis yang ada. Selanjutnya dalam bidang kesehatan, teknologi AI memungkinkan kita untuk mengetahui informasi kesehatan keluarga kita, dengan begitu kita tidak perlu cemas ketika sewaktu-waktu keluarga kita mengalami masalah pada kesehatan kita, karena dengan bantuan AI juga kecerdasan buatan, dapat memberikan informasi mengenai detak jantung juga tekanan darah. Society akan sangat berguna pada rumah pintar, jika setiap bangun tidur kita membutuhkan alarm. Namun AI bisa memastikan apakah kita benar-benar bangun atau tidak, juga ketika rumah kita sedang ditinggal pergi, AI dapat membuat sistem keamanan seperti CCTV namun dalam aspek yang lebih modern sehingga rumah bisa lebih aman untuk ditinggali.

Lalu dalam bidang transportasi, sebagian orang pasti mempunyai rumah yang akses jalannya tidak mendukung dengan transportasi yang ada, sehingga akses rute terkadang tidak terdapat di internet. Bagi lansia mungkin akan semakin kesulitan mengingat tenaga mereka yang sudah tidak seperti dulu lagi, dan tentunya akan kesulitan dalam menggunakan teknologi yang ada. AI dapat memungkinkan kendaraan umum bisa mengakses rute terpencil dan tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal untuk menyewa supir. AI bisa mendeteksi apakah pengendara tersebut mengantuk ataupun tidak dalam kondisi yang baik sehingga dapat mengurangi resiko kecelakaan. Sebenarnya contoh-contoh kecil dari konsep Society 5.0 sudah ada dan beberapa sudah kita rasakan. Hanya saja belum terintegrasi satu dengan lainnya. Society 5.0 merupakan suatu program dimana inovasi yang dilakukan bukan semata hanya mengenal inovasi teknologi melainkan apa kebutuhan dari masyarakat.

            Meski saat ini banyak orang yang memperdebatkan mengenai konsep Revolusi Industri 4.0 juga Society 5.0 bukan berarti kedua konsep tersebut merugikan, hanya saja bagaimana kita menyikapinya. Sebagain orang berpendapat bahwa Society 5.0 lebih baik karena dianggap lebih humanis dibanding Revolusi 4.0. Namun bukan berarti Revolusi 4.0 tidak bisa bersaing karena pada dasarnya konteks dari kedua konsep tersebut hampir sama yaitu berusaha untuk mengembangkan teknologi ke arah yang lebih baik. Mengenai penerapannya di Indonesia, cepat atau lambat konsep ini pasti akan diterapkan di Indonesia karena Negeri kita sendiri membutuhkan teknologi yang lebih baik demi mencegah kesenjangan sosial dan masalah ekonomi yang ada. Kita tidak akan tau apakah kita akan bergantung pada kedua konsep tersebut di kemudian hari, hanya saja kita harus siap ketika konsep tersebut mulai diterapkan di Indonesia.

Sumber:

www.absarin.com

www.centipedia.net

properti.kompas.com
https://www.kompasiana.com/muhamadagung/5cebcea995760e6fbe242dea/mengenal-lebih-jauh-society-5-0